Rabu, 03 Juni 2020

Si Doel Anak Sekolahan Episode 6, Musim 1: Golden Moment


Sang Doel Anak Sekolahan episode 6 ialah pucuk dari semua cerita sang Doel serta keluarganya selama musim pertama. Di Sang Doel Anak Sekolahan episode 5 tempo hari pasti kita bertanya-tanya, sesudah terbongkarnya tentang skripsi Sarah, apa Doel dapat maafkan Sarah serta Hans? Apa mereka dapat bersahabat kembali lagi?

Sang Doel Anak Sekolahan episode 6 dibuka dengan adegan Sarah yang tiba ke rumah Doel untuk mohon maaf tetapi tidak diterima oleh Doel. Doel tidak menampik dengan cara langsung, ia cuma meminta tolong pada Mak Nyak untuk sampaikan jika ia tidak sedang berada di rumah jika Sarah tiba menelusurinya. Mak Nyak yang berprasangka buruk lihat muka susah Sarah, coba menanyakan ada apakah. Sarah cuma katakan jika ia ingin meminta maaf.

Tidak senang dengan jawaban Sarah, Mak Nyak coba menanyakan pada Doel. Mak Nyak berprasangka buruk jika Doel serta Sarah betul-betul sedang berkelahi. Mandra yang sedang ada disana nyaris keceplosan bicara mengenai apakah yang berlangsung di acara ulang tahun Sarah tempo hari malam, tetapi dirintangi oleh Doel.

Sarah tidak putus harapan, ia coba tiba ke pangkalan opelet walaupun cuma berjumpa dengan Mandra disana. Mandra lapor pada Doel jika Sarah tiba ke pangkalan.

"Eh, Doel! Barusan sang Sarah ke pangkalan."

"Ngapain?"

"Ehe, biasa. Barusan ia nangis, Doel. Sepertinya ia suka sekali ama lu. Udaaaah, tunggu apalagi? Sikat saja, Doel!" (Monmaap, Bang Mandra. Emangnya Sarah WC pakai disikat.)

"Heh, Doel! Wanita kalau sudah nangis seperti demikian, tinggal nggiring saja. Kalau gue, wanita seperti demikian sudah gue sosor! Dahulu sang Munaroh sempat gue buat nangis."

"Kenape?" bertanya Doel.

"Lagi maen ayunan gue dorong ampe jatoh."

Ih, Bang Mandra! Kzl!

Di lain sisi, Hans coba dekati Doel lagi serta mohon maaf. Doel yang berasa masih tersinggung serta sakit hati belum juga dapat maafkan Hans serta Sarah.

Baca : Apa Jadi Jika Skincare Dijamin BPJS?Mak Nyak yang berkali-kali diharap Doel untuk bohong pada Sarah pada akhirnya ajak Doel bicara bersama-sama Babe. Babe merekomendasikan pada Doel untuk maafkan Sarah.

"Mengapa Babe tidak katakan jika yang membeli tanah kita di Cisalak itu sang Sarah?"

"Nah setelah elu tidak sempat nanya ama gue." jawab Babe. "Heh, Doel! Segede-gedenya kekeliruan orang, kalau memang die sudah meminta maaf, kite kudu maafin. Kite jangan putuskan tali silaturahim. Dosa besar."

Doel yang masih tetap bingung tentukan sikap pada akhirnya luluh sebab pengucapan Atun. Pagi itu sepulang dari pasar, Atun pernah berjumpa dengan Sarah. Sarah lalu ajaknya jalanan serta makan. Malamnya Atun menanyakan pada Doel apa betul ia sedang ada permasalahan dengan Sarah. Doel menangkis.

"Kesian lho, Bang, die saat ini. Tubuhnya kurus. Ih, Atun sich tidak tega ngelihatnya. Mana ia nangis lagi tersedu-sedu. Matanye lebam. Tentu ia nangis siang-malem. Ngomong saja sulit. Hm, Atun mah takut ia jadi gagu."

"Halah, boong lu!"

"Yeee, Abang tidak sempat yakin sich ama Atun. Bertanya sendiri saja deh ama Sarah. Orang ia katakan kok tidak dapat makan, tidak dapat tidur memikirkan Abang. Setelah Abang kagak ingin maapin ia. Ia katakan kalau Abang tidak mau maafin ia, ia tidak mau makan sampai mati!"

Dengdong!

Perkataan Atun membuat Doel mulai baper, saudara-saudara. Ia mulai mengingat lagi beberapa momen ia berdua bersama Sarah. Prikitiiiwww!

Pada akhirnya sesudah membulatkan kemauan, besoknya Doel tiba ke rumah Sarah. Sesudah sok cool gunakan acara tegas serta ngamuk, Doel katakan jika ia ingin membantu skripsinya Sarah. Ia ingin baca hasil tulisan Sarah mengenai keluarganya. Tentunya Sarah bahagia dong! Peristiwa dimana mereka membaca skripsi Sarah bersama-sama di ruangan belajar Sarah yang sarat dengan beberapa foto keluarga Doel ialah peristiwa ke-2 orang ini berbaikan.

Baca : Masalah Trump Tukar Style Rambut, Mudah-mudahan Jokowi Tidak IkutinBesoknya waktu Doel serta Mandra akan pergi narik opelet, Sarah tiba bersama-sama Hans. Mereka punya niat turut jalanan dengan opelet. Atun yang tidak ingin kalah pada akhirnya ikut-ikutan. Mereka full jalan-jalan hari itu dengan izin Babe untuk libur narik opelet. Sarah katakan jika pas pada hari wisuda Doel kelak, Sarah akan sidang skripsi. Serta janji akan mengejar tiba hadiri wisuda Doel.

Doel pergi wisuda dengan disertai arak-arakan orang sekampung yang turut rayakan. Di universitas, serta sesudah acara wisuda usai Doel belum juga lihat kedatangan Sarah. Kecemasan Doel terbayar waktu pada akhirnya Sarah tiba serta katakan jika sidang skripsinya sukses. Sarah dipastikan lulus. Mereka berangkulan di muka keluarga Doel.

Awawawawwwwww. (Maap, penulisnya baper.)

Dapat disebut lima belas menit paling akhir di episode ini ialah golden event. Pucuk dari semua pucuk. Dimana kesediaan untuk mohon maaf, lapangnya hati untuk maafkan serta untuk mengawali lagi satu jalinan persahabatan yang kompak, semua ada. Banyak pelajaran yang dapat diperoleh. Serta musim pertama Sang Doel Anak Sekolahan ini masih dapat dilihat kapanpun, sinetron yang tidak mengenali musim tersebut.

Tunggu kelanjutan narasi Sang Doel Anak Sekolahan musim kedua!