Rabu, 03 Juni 2020

Ah Kata Siapa Nussa dan Rara Nggak Cocok Sama Kita


Lihat serial animasi Nussa serta Rara yang tampil di TransTV pada bulan Romadan lalu, beberapa pemirsa mengungkapkan kegelisahanya jika siaran ini tampilkan figur Nussa yang begitu prima. Tidak cuma tokohnya, keluarga serta lingkungan di seputar nya juga dilukiskan prima. Ditambah lagi, ajaran agama yang dikatakan tidak dengan terbersit, tetapi dengan cara to the poin serta apa yang ada. Pengutaraan nilai-niai agama di serial animasi ini di rasa kaku serta konvensional. Kesan-kesan menggurui serta mendoktrinasi kental berasa dalam serial ini, demikian kata beberapa pengritik Nussa serta Rara.

Disamping itu, siaran ini dipandang tidak sesuai situasi keadaan beberapa anak Indonesia yang heterogen, dimana tidak semua anak ada pada lingkungan yang terdidik agama secara baik. Sikap Nussa serta Rara yang kaku dalam berlagakma dicemaskan membuat beberapa anak susah berkawan serta diterima di lingkungan yang tidak seragam.Pikirkan saja, beberapa anak yang masih tetap balita dapat dengan entengnya katakan "ummi kok geram-marah terus sich, tidak seperti umma nya Nussa" atau "kakak kok tidak pakai kerudung sich, nanti masuk neraka lho", atau ini "Kata Nussa tidak bisa salaman yang bukan mahrom, dosa". Celotehan-celotehan beberapa anak ini di rasa membuat situasi jadi tidak nyaman buat beberapa orangtua saat disampaikan ke seseorang yang lain kepercayaan.

Beberapa alasan ini selanjutnya membuat seorang Aminah Sri Prabasari menulis jika Serial Animasi Nussa Tidak Pas untuk Siaran Anak-Anak di Tv. Tulisan yang lumayan ramai mendapatkan respon dari beberapa faksi, baik yang sepakat atau yang tidak. Menurut analisa saya, Mbak Aminah cuma memakai pemikiran dianya serta lingkungan sekelilingnya waktu membuat artikel itu, beliau tidak coba menjaring input dari faksi lain yang tidak ada dalam capaiannya. Sebab faktanya, ada 5,9 juta subscribers di account YouTube official Nussa. Pasti 5,9 juta orang itu tidak setuju dengan opini Mbak Aminah.

Baca : Menyangsikan Kekayaan Keluarga McCallister, Orang Tua Kevin ‘Home Alone'Apakah Mbak Aminah serta sebagian orang yang memberi komentar seirama tidak mempunyai keraguan, jangan-jangan bukan Nussa serta Raranya yang tidak pas dengan beberapa anak Indonesia, tapi beberapa anak mereka yang tidak pas dengan Nussa serta Rara?

Kita mafhum bila keluarga Indonesia sedikit yang dapat nikmati siaran berkualitas tinggi. Melihat saja kualitas sinetron Indonesia yang tidak jelas juntrungannya itu, ratingnya tinggi walau banyak meme-meme serta content medsos yang membully setiap adegannya. Karena itu lumrah bila siaran Nussa serta Rara banyak yang tidak menyenangi. Mereka jelas semakin dapat nikmati siaran seperti serial Adit serta Sopo Jarwo atau serial Sang Entong di MNCTV. Ah, jangan juga lupakan serial Dudung di Keluarga Pak Somat.

Serial itu pasti tidak sama kelas dengan serial Nussa serta Rara. Bagaimana tidak, Adit serta Sopo Jarwo sempat terima penghargaan Panasonic Gobel Award untuk kelompok Program Anak Terfavorit tahun 2017 serta 2018. Dan Karunia Perduli Pendidikan 2015 Keluarga Somat mendapatkan penghargaan Karunia Komisi Penayangan Indonesia kelompok program animasi paling baik 2015 serta Karunia Penayangan Ramah Anak tahun 2017.

Ke-3 serial animasi itu jelas semakin manusiawi, sesuai kenyataan kehidupan warga serta beberapa anak Indonesia, dan penuh dengan makna kehidupan yang bisa diambil serta diaplikasikan. Melihat saja, bagaimana beberapa anak di ke-3 serial itu berlaku. Entong contohnya, perseteruannya dengan Memet membuat ia terima rintangan Memet untuk balapan skuter tanpa ada memerhatikan keamanan serta keselamatan. Ciri khas anak Indonesia kan? Belum juga episode beradu joget break dance yang sampai membuat emaknya Entong serta Memet ikut-ikutan sama-sama beradu joget jaipongan. Sama dengan emak-emak Indonesia yang tidak ingin anaknya kalah berkompetisi kan?

Baca : Pesan yang Tidak berhasil Diamankan Kemenkominfo dari Upload Photo Tara BasroBegitu juga Dudung dalam serial Keluarga Pak Somat, melihat sikapnya! Ia dengan sembrono hilang dari pemantauan orang tuanya serta terikut bis ke Lapangan terbang Soekarno Hatta dalam serial "salah jurusan", sedang orang tuanya masuk bis jurusan Banjar. Ada lagi scene waktu Dudung menampik menolong beberapa temannya serta masuk ke rumah sekalian membanting pintu dalam serial "Berebutan Mainan". Ah, pas sekali dengan tingkah laku beberapa anak Indonesia. Lantas bagaimana dengan Adit dalam serial Adit serta Sopo Jarwo? Adit kan dilukiskan untuk anak baik-baik? Benar, Bang Jarwonya lah yang memberi nuansa animasi ini bercita rasa Indonesia asli.

Bagimana? Ke-3 animasi barusan benar-benar pas dengan kenyataan beberapa anak serta kehidupan warga di Indonesia kan? Ini baru mengulas tokoh sentralnya lho. Belum mengulas gimmick lain seperti ibunya Memet yang jatuh hati sama Pak Ustadz. Yah, Demikianlah. Buat beberapa pemirsa serial animasi Nussa serta Rara, pasti tak perlu layani atau menyanggah beberapa tuduhan yang mengatakan serial kecintaan kalian ini tidak pas dengan anak Indonesia, toh pada intinya memang apakah yang disebutkan Mbak Aminah ini betul. Kita memang tidak pas dengan Nussa serta Rara.