Rabu, 03 Juni 2020

Etios Valco Dibunuh Kakak Kembarnya yang Lahir dari Rahim Berbeda




Pembunuhan itu kejam. Tetapi ini, malah, cerita pembunuhan yang membahagiakan. Hasilnya menyenangkan seluruh pihak pada sebuah keluarga. Bila ada yang berduka, itu buat mereka di luar garis keluarga yang teranjur pelihara anak namanya Etios Valco.

Pada awalnya Etios Valco ini diprediksikan untuk anak yang akan menyenggol sepantarannya di jalan. Tujuannya mobil sekelas atau sama dengan dari bentuk keluaran pabrikasi brand lain. Dari modenya jelas adalah city car.

Bila merujuk di tahun produksi, Agya serta kembarannya namanya sang Ayla terlebih dulu dibuat pada tahun 2012. Etios Valco baru alami persalinan satu tahun selanjutnya. Ini tujuannya apa coba. Apa mereka sebenarnya anak kembar tiga serta harus tunda satu persalinan untuk memberikan surprise?

Etios Valco diprediksikan digunakan muda-mudi di jalanan kota. Harga jadi nanggung sebab untuk memperoleh city car, pasti orang semakin pilih Agya-Ayla. Tidakkah manfaatnya sama. Jumlah muatan serta pintu sama. Yang memperbedakan cuma harga. Etios Valco tambah mahal. Ini benar-benar usaha melahirkan anak untuk didepak. Anak yang tidak diinginkan. Jelas bukan anak kembar tiga.

Pabrikasi Toyota yang menghasilkan Etios Valco selanjutnya hentikan peredarannya pada tahun 2017. Umurnya benar-benar belia, lima tahun. Pasti susah masuk ke kelompok legenda. Belum melalui jaman serta menancap di hati muda-mudi untuk dibuat mobil kontes.

Walau demikian, di tenggang lima tahun itu, peredarannya lumayan luas. Di jalan masih dapat didapati mengaspal. Walau tidak dapat disebutkan semasif sang kembar Agya-Ayla yang menyebar intimidasi pada city car pabrikasi lain.

Hukum jual membeli mobil sisa pada harga tinggi buat produk Toyota tidak berlaku buat Etios Valco. Hukum alam yang berlaku untuk type mobil dengan daya tawar tinggi cuma berlaku buat mobil yang banyak dipakai di warga. Etios Valco ini tidak direken.

Baca : Kengenesan yang Dirasakan Pengendara Motor SmashPeredaran Agya serta Ayla semasing bawa brand bendera tidak sama. Agya lahir dari rahim Toyota serta Daihatsu melahirkan kembarannya, Ayla. Walau demikian, di Indonesia, ke-2 anak ini menyusu di ibu yang sama: Astra Motor Indonesia.

Memakai mesin 1200 cc dengan empat pilihan type, yaitu J, JX, E, serta G, Etios Valco sebenarnya dapat jadi juara di kelasnya. Memiliki bentuk semakin menawan bila dibanding Mitsubishi Mirage atau Honda Brio keluaran pertama. Pasti masih diperdebatkan memakai kacamata estetika.

Diawalnya kehadirannya, yang berminat termasuk tinggi. Data penjulan dari data dealer dapat menandingi pemasaran mobil semua umat: Avanza yang punyai kembaran namanya Xenia. Dari perbandingan harga, buat orang yang kepingin ingin menyopir sendiri serta telah jemu naik angkot, Etios Valco jadi pilihan.

Tapi, itu barusan, kok orangtua mereka ikhlas singkirkan anaknya yang sedang tumbuh itu. Apa tidak dapat tunda kelahirannya saja atau sekaligus luruhkan? Kemungkinan itu lebih bagus dibanding ke-2 kakak kembarnya tidak biarkan berlari-lari.

Tetapi, itu kepentingan kepala rumah tangga, toh sesudah sang adik tidak terlalu boros serta makan ongkos banyak. Telah lahir terakhir, ingin langsung juga menggunakan mesin 1200 cc. Ke-2 kakaknya saja masih ada pilihan 1000 cc.

"Tahu ini, mending saya bunuh diri dalam muatan," kemungkinan semacam itu pernyataan anak namanya Etios Valco itu. Pilihan berlebihan seperti itu pasti lebih bagus daripada dilahirkan lalu dibunuh dengan cara perlahan-lahan. Melihat mekanisme yang direncanakan ke arah liang kubur. Bedebah sekali, bukan.

Nasib malang Etios Valco ini ialah tragedi dalam keluarga otomotif. Bila mengulik data, skema sama sempat juga mendekati beberapa mobil lainnya dari bermacam pabrikasi. Ini cuma diantaranya yang terlihat di pelupuk mata.

Baca : Senangnya Jadi Orang Flores: Jadi Populer Sebab Tidak DikenalLalu, bila telah demikian, apakah yang perlu dilaksanakan? Sebab kita bukan sisi keluarga serta tempat kita cuma konsumen setia. Bukan, tahapnya belum sampai ke situ. Kita cuma sisi kecil dari calon konsumen setia saja. Karena beli sebiji mobil pasti berbeda beli sebungkus kerupuk.

Lagi juga, keluarga besar mereka telah lupakan insiden itu. Lihatlah begitu sang kembar Agya-Ayla dapat mendahului truk tronton di jalan.