Pembunuhan itu kejam. Tetapi ini, malah, cerita pembunuhan
yang membahagiakan. Hasilnya menyenangkan seluruh pihak pada sebuah keluarga.
Bila ada yang berduka, itu buat mereka di luar garis keluarga yang teranjur
pelihara anak namanya Etios Valco.
Pada awalnya Etios Valco ini diprediksikan untuk anak yang
akan menyenggol sepantarannya di jalan. Tujuannya mobil sekelas atau sama
dengan dari bentuk keluaran pabrikasi brand lain. Dari modenya jelas adalah
city car.
Bila merujuk di tahun produksi, Agya serta kembarannya
namanya sang Ayla terlebih dulu dibuat pada tahun 2012. Etios Valco baru alami
persalinan satu tahun selanjutnya. Ini tujuannya apa coba. Apa mereka
sebenarnya anak kembar tiga serta harus tunda satu persalinan untuk memberikan
surprise?
Etios Valco diprediksikan digunakan muda-mudi di jalanan
kota. Harga jadi nanggung sebab untuk memperoleh city car, pasti orang semakin
pilih Agya-Ayla. Tidakkah manfaatnya sama. Jumlah muatan serta pintu sama. Yang
memperbedakan cuma harga. Etios Valco tambah mahal. Ini benar-benar usaha melahirkan
anak untuk didepak. Anak yang tidak diinginkan. Jelas bukan anak kembar tiga.
Pabrikasi Toyota yang menghasilkan Etios Valco selanjutnya
hentikan peredarannya pada tahun 2017. Umurnya benar-benar belia, lima tahun.
Pasti susah masuk ke kelompok legenda. Belum melalui jaman serta menancap di
hati muda-mudi untuk dibuat mobil kontes.
Walau demikian, di tenggang lima tahun itu, peredarannya
lumayan luas. Di jalan masih dapat didapati mengaspal. Walau tidak dapat
disebutkan semasif sang kembar Agya-Ayla yang menyebar intimidasi pada city car
pabrikasi lain.
Hukum jual membeli mobil sisa pada harga tinggi buat produk
Toyota tidak berlaku buat Etios Valco. Hukum alam yang berlaku untuk type mobil
dengan daya tawar tinggi cuma berlaku buat mobil yang banyak dipakai di warga.
Etios Valco ini tidak direken.
Baca : Kengenesan yang Dirasakan Pengendara Motor
SmashPeredaran Agya serta Ayla semasing bawa brand bendera tidak sama. Agya
lahir dari rahim Toyota serta Daihatsu melahirkan kembarannya, Ayla. Walau
demikian, di Indonesia, ke-2 anak ini menyusu di ibu yang sama: Astra Motor
Indonesia.
Memakai mesin 1200 cc dengan empat pilihan type, yaitu J,
JX, E, serta G, Etios Valco sebenarnya dapat jadi juara di kelasnya. Memiliki
bentuk semakin menawan bila dibanding Mitsubishi Mirage atau Honda Brio
keluaran pertama. Pasti masih diperdebatkan memakai kacamata estetika.
Diawalnya kehadirannya, yang berminat termasuk tinggi. Data
penjulan dari data dealer dapat menandingi pemasaran mobil semua umat: Avanza
yang punyai kembaran namanya Xenia. Dari perbandingan harga, buat orang yang
kepingin ingin menyopir sendiri serta telah jemu naik angkot, Etios Valco jadi
pilihan.
Tapi, itu barusan, kok orangtua mereka ikhlas singkirkan
anaknya yang sedang tumbuh itu. Apa tidak dapat tunda kelahirannya saja atau
sekaligus luruhkan? Kemungkinan itu lebih bagus dibanding ke-2 kakak kembarnya
tidak biarkan berlari-lari.
Tetapi, itu kepentingan kepala rumah tangga, toh sesudah
sang adik tidak terlalu boros serta makan ongkos banyak. Telah lahir terakhir,
ingin langsung juga menggunakan mesin 1200 cc. Ke-2 kakaknya saja masih ada
pilihan 1000 cc.
"Tahu ini, mending saya bunuh diri dalam muatan,"
kemungkinan semacam itu pernyataan anak namanya Etios Valco itu. Pilihan
berlebihan seperti itu pasti lebih bagus daripada dilahirkan lalu dibunuh
dengan cara perlahan-lahan. Melihat mekanisme yang direncanakan ke arah liang
kubur. Bedebah sekali, bukan.
Nasib malang Etios Valco ini ialah tragedi dalam keluarga
otomotif. Bila mengulik data, skema sama sempat juga mendekati beberapa mobil
lainnya dari bermacam pabrikasi. Ini cuma diantaranya yang terlihat di pelupuk
mata.
Baca : Senangnya Jadi Orang Flores: Jadi Populer Sebab Tidak
DikenalLalu, bila telah demikian, apakah yang perlu dilaksanakan? Sebab kita
bukan sisi keluarga serta tempat kita cuma konsumen setia. Bukan, tahapnya
belum sampai ke situ. Kita cuma sisi kecil dari calon konsumen setia saja.
Karena beli sebiji mobil pasti berbeda beli sebungkus kerupuk.
Lagi juga, keluarga besar mereka telah lupakan insiden itu.
Lihatlah begitu sang kembar Agya-Ayla dapat mendahului truk tronton di jalan.
