Rabu, 03 Juni 2020

4 Spare Part Motor yang Sering Hilang Saat Sedang di Parkiran



Di dunia otmotif, curanmor kemungkinan telah jadi hal yang jamak serta mengerikan. Ada hal yang tidak jamak, tidak mengerikan, tetapi cukup menjengkelkan yaitu perampokan spare part motor. TKP-nya bisa di parkiran. Parkiran yang aman atau mungkin tidak, ya tidak jamin. Bila sang aktor punyai peluang, ya langsung sikat.

Apesnya spare part motor yang seringkali dicuri itu tidak ekstrim-eksrim sekali. Justru termasuk remeh. Satu part yang tidak dapat kita tuntut. Kita untuk korban justru seringkali berlaku untuk merelakannya. Tetapi siapa sich yang ingin jadi korban perampokan. Serta apesnya lagi, saya sendiri sempat jadi korban perampokan spare part motor itu.

Benar-benar, menjengkelkan sekali. Terkadang karena sangat keselnya jika sampai aktor ketangkap basah, ingin saja langsung disikat miring. Bukan apa-apa, jadi tuman. Nah, berikut beberapa bagian motor yang seringkali hilang di parkiran.

Spare part motor yang seringkali hilang di parkiran #1 Tutup Pentil Ban Tutup pentil ban motor pasti lepas dari pandangan kita sendiri karena memiliki bentuk yang kecil serta ada di roda. Kita tidak akan merhatiian tutup pentil setiap waktu. Kecuali tidak cukup bernilai, tidak penting-penting sangat. Palingan hanya merhatiin situasi ban saja, kurang angin atau tidak.

Tetapi, tiba-tiba cocok ingin lebih angin baru nyadar jika tutup pentil sudah musnah atau baru nyadar cocok lagi nyuci motor sendiri. Di waktu berikut baru nyadar sama keanehan ini: Mengapa begitu ada orang yang usil sekali nyolongin tutup pentil motor seseorang? TKP-nya ingin dimana lagi, jika bukan di parkiran.

Lah dimana lagi coba? Jika motor lagi tidak diparkir, emangnya sang aktor berlaga cocok motor lagi jalanan enjoy terus dijambret begitu tutup pentilnya? Ya kan tidak sampai begitu.

Agar dikata nih tutup pentil tidak ada nilai jual kembalinya, tetapi buat saya—korban—keseringan membeli tutup pentil lagi di tukang lebih angin nitrogen, yaaa semakin lama terasa . Terasa lelah saja membeli lagi-beli lagi. Hingga sang Abang penjual komentar, "Lu seringkali sekali kehilangan tutup pentil, Bang."

Bodo sangatlah, Bang.

Spare part motor yang seringkali hilang di parkiran #2 Kop Busi Kehilangan kop busi motor di parkiran sekolah rasa-rasanya sudah umum buat beberapa anak STM. Hasssh, namanya anak STM, kreasinya senang keterlaluan. Semasa tiga tahun sekolah, saya telah kehilangan kop busi sekitar 4 kali. Umumnya yang akan menjadi sasaran penting ialah kop busi berpenampilan racing. Itu loh, yang warnanya merah bermerek TDR, KTC, Kawahara, serta sebangsanya.

Umumnya kop busi yang seringkali hilang ialah motor-motor tipe bebek atau sport. Maklum, motor tipe ini kop businya mudah sekali dijamah sang aktor. Oleh karena itu, saya tetap sedia cadangannya di bagasi jok motor. Agar jika kop busi hilang lagi, rasa-rasanya tidak nyesak sekali. Soalnya jika tidak ada kop busi mesin motor tidak akan hidup. Dapat sich hidup, tetapi diakalin dengan nyobek kabel koil, terus langsung sambung ke busi.

Baca : Mengapa Sich Laptop Hilang Seringkali Dirasakan Mahasiswa yang Lagi Skripsi?Sebenarnya, TKP tidak perlu di parkiran sekolah saja. Perlu kita ingat lagi pesan dari Bang Narapidana jika kejahatan bukan lantaran kemauan tetapi sebab ada peluang. Serta untuk mengantisipasi keamanannya, kop busi saya ikat memakai kabel ties atau dapat dililit-lilit gunakan isolasi hitam. Tidak seutuhnya baik, paling tidak sang aktor akan mikir 2x sebab perlu waktu untuk membukanya.

Spare part motor yang seringkali hilang di parkiran #3 Kaca Spion Hilang tutup pentil kemungkinan tidak ada harga. Kasus kecil, masih dapat membeli lagilah. Bijimane jika yang hilang kaca spion? Iya serius! Semasa punyai motor saya sudah kehilangan 5 kali kaca spion. TKP-nya sudah jelas di parkiran. Sebelum parkir saya tahu benar spion kanan-kiri tentu komplet. Cocok sudah parkir, ingin pulang nih, brengsek sekali dah kaca spion sudah diembat.

Pertama saya kehilangan kaca spion, pada saat sekolah STM—di parkiran sekolah. Lumrah saja hilang, dahulu tahun 2009 lagi trend sekali kaca spion classic yang memiliki bentuk bundar memiliki bahan besi krom. Jika membeli harga Rp30.000. Buat kantong pelajar pada tahun begitu saya harus nabung semasa satu minggu, baru dapat membeli tuch kaca spion mode classic.

Ke-2 kali kehilangan kaca spion, tahun 2012 di parkiran stasiun Bekasi. Kaca spion standard Honda, sich. Tetapi orisinal. Lumayanlah jika membeli lagi. Eh tidak deng, sampai saat ini justru yang orisinal tidak kebeli lagi. Alternatifnya, saya gunakan kaca spion tiruan mode Suzuki Shogun SP yang harga Rp15.000 beli ke tepi jalan. Saya pikirkan sudah aman nih pakai kaca spion kek gini. Murahan begitu. Rupanya masih kuat diembat sama sang tangan panjang. Serta 2 kali gunakan kaca spion mode gini diembat maling.

Ketiga kalinya, tahun 2016 di parkiran liar belakang mal. Tahun 2017, kaca spion hilang di parkiran sah mal . Waktu itu saya hanya dapat lapor ke petugas parkir. Habis itu pulang tanpa aksi yang bermakna.

Terakhirnya, kehilangan kaca spion Honda Scoopy yang memiliki bentuk bundar yang retro itu. Peristiwanya tahun 2018 di tepi jalan, Sawah Besar, Jakarta Pusat. Satu jalan atau gang yang dari ujung ke ujungnya ialah toko spare part motor.

Apesnya lagi, saat itu saya pinjam motor Honda Scoopy-nya rekan. Selanjutnya, membeli kaca spion orisinal buat diri kita tidak mampu, gantiin punyai orang baru mampu. Cukup sich, sepasang terkena harga Rp120.000. Eh BTW, ini kok setiap tahun saya jadi korban perampokan kaca spion, sich? Hadeeeh~

Baca : Sarjana Pendidikan Ikan: Saat Sarjana Perikanan Mengambil Pendidikan Karier GuruSpare part motor yang seringkali hilang di parkiran #4 Emblem Bapak saya sempat jadi korban perampokan emblem. Motor bapak saya Honda Beat PGM-FI. Sampai saat ini emblem tertulis PGM-FI yang memelekat di head cover samping kiri sudah musnah. Tidak terpindahkan. Malas saja ingin pasang lagi jika nanti justru dicuri lagi.

Dulu—tahun 2014—bapak pernah ingin membeli emblem itu di AHASS Babelan serta AHASS Wisma Asri, Bekasi. Sayangnya saat itu belum juga ready stok. Tidak tahu deh jika saat ini, kemungkinan sudah ready. Bapak sudah tulus dengan cara kafah. Yang telah biarkanlah telah. Tidak perlu ditukar. Untuknya, itu part yang tidak begitu penting. Yang penting motor sehat walafiat.

Terkadang saya tidak habis pikirkan emblem seperti gini saja dapat dicuri. Sudah seperti barang memiliki bahan emas saja. Semakin sadisnya lagi, emblem 3D punyai Vario 150. Jika pemicunya masalah harga, ya memang sich, part originalnya cukup mahal. Di marketplace kita dapat mendapatkan banyak variasi harga. Emblem Vario 3D berwarna krom dibandrol dari mulai Rp50.000 sampai Rp100.000, emblem PGM-FI dibandrol Rp5.000 sampai Rp50.000, serta emblem sayap honda 3D mulai dibandrol Rp70.000 sampai Rp170.000.

Nah, disini letak menjengkelkannya. Hal yang buat ngungkit-ngungkit jadi tidak iklhas lagi waktu cari alternatifnya tidak segampang seperti sang perampok kerjakan. Kalau kita bisa AHASS yang tidak ready stok, ya kan jadi perlu pesan terlebih dulu, inden dululah, atau justru DP dululah. Beli ke marketplace perlu waktu buat pengiriman barang.

Kecuali harga yang cukup mengambil kantong, jika dieman-eman harga begitu dapat buat membeli spare part motor yang lain. Contohnya, kampas rem. Juga bisa buat membeli bensin semasa satu minggu. Juga bisa buat tukar oli bulan depan. Belum juga harus pikirkan cicilan bulan depan

Dari ke-4 part yang seringkali dicuri itu jika disaksikan dari kasus harga memang tidak dapat diamini. Mengambil masih saja mengambil. Ada jerih payah kita yang dirampas. Sesaat sang perampok tinggal metik blasss~

Kan, vangke!