Di dunia otmotif, curanmor kemungkinan telah jadi hal yang
jamak serta mengerikan. Ada hal yang tidak jamak, tidak mengerikan, tetapi
cukup menjengkelkan yaitu perampokan spare part motor. TKP-nya bisa di
parkiran. Parkiran yang aman atau mungkin tidak, ya tidak jamin. Bila sang
aktor punyai peluang, ya langsung sikat.
Apesnya spare part motor yang seringkali dicuri itu tidak
ekstrim-eksrim sekali. Justru termasuk remeh. Satu part yang tidak dapat kita
tuntut. Kita untuk korban justru seringkali berlaku untuk merelakannya. Tetapi
siapa sich yang ingin jadi korban perampokan. Serta apesnya lagi, saya sendiri
sempat jadi korban perampokan spare part motor itu.
Benar-benar, menjengkelkan sekali. Terkadang karena sangat
keselnya jika sampai aktor ketangkap basah, ingin saja langsung disikat miring.
Bukan apa-apa, jadi tuman. Nah, berikut beberapa bagian motor yang seringkali
hilang di parkiran.
Spare part motor yang seringkali hilang di parkiran #1 Tutup
Pentil Ban Tutup pentil ban motor pasti lepas dari pandangan kita sendiri
karena memiliki bentuk yang kecil serta ada di roda. Kita tidak akan merhatiian
tutup pentil setiap waktu. Kecuali tidak cukup bernilai, tidak penting-penting
sangat. Palingan hanya merhatiin situasi ban saja, kurang angin atau tidak.
Tetapi, tiba-tiba cocok ingin lebih angin baru nyadar jika
tutup pentil sudah musnah atau baru nyadar cocok lagi nyuci motor sendiri. Di
waktu berikut baru nyadar sama keanehan ini: Mengapa begitu ada orang yang usil
sekali nyolongin tutup pentil motor seseorang? TKP-nya ingin dimana lagi, jika
bukan di parkiran.
Lah dimana lagi coba? Jika motor lagi tidak diparkir,
emangnya sang aktor berlaga cocok motor lagi jalanan enjoy terus dijambret
begitu tutup pentilnya? Ya kan tidak sampai begitu.
Agar dikata nih tutup pentil tidak ada nilai jual
kembalinya, tetapi buat saya—korban—keseringan membeli tutup pentil lagi di
tukang lebih angin nitrogen, yaaa semakin lama terasa . Terasa lelah saja
membeli lagi-beli lagi. Hingga sang Abang penjual komentar, "Lu seringkali
sekali kehilangan tutup pentil, Bang."
Bodo sangatlah, Bang.
Spare part motor yang seringkali hilang di parkiran #2 Kop
Busi Kehilangan kop busi motor di parkiran sekolah rasa-rasanya sudah umum buat
beberapa anak STM. Hasssh, namanya anak STM, kreasinya senang keterlaluan.
Semasa tiga tahun sekolah, saya telah kehilangan kop busi sekitar 4 kali.
Umumnya yang akan menjadi sasaran penting ialah kop busi berpenampilan racing.
Itu loh, yang warnanya merah bermerek TDR, KTC, Kawahara, serta sebangsanya.
Umumnya kop busi yang seringkali hilang ialah motor-motor
tipe bebek atau sport. Maklum, motor tipe ini kop businya mudah sekali dijamah
sang aktor. Oleh karena itu, saya tetap sedia cadangannya di bagasi jok motor.
Agar jika kop busi hilang lagi, rasa-rasanya tidak nyesak sekali. Soalnya jika
tidak ada kop busi mesin motor tidak akan hidup. Dapat sich hidup, tetapi
diakalin dengan nyobek kabel koil, terus langsung sambung ke busi.
Baca : Mengapa Sich Laptop Hilang Seringkali Dirasakan
Mahasiswa yang Lagi Skripsi?Sebenarnya, TKP tidak perlu di parkiran sekolah
saja. Perlu kita ingat lagi pesan dari Bang Narapidana jika kejahatan bukan
lantaran kemauan tetapi sebab ada peluang. Serta untuk mengantisipasi
keamanannya, kop busi saya ikat memakai kabel ties atau dapat dililit-lilit
gunakan isolasi hitam. Tidak seutuhnya baik, paling tidak sang aktor akan mikir
2x sebab perlu waktu untuk membukanya.
Spare part motor yang seringkali hilang di parkiran #3 Kaca
Spion Hilang tutup pentil kemungkinan tidak ada harga. Kasus kecil, masih dapat
membeli lagilah. Bijimane jika yang hilang kaca spion? Iya serius! Semasa
punyai motor saya sudah kehilangan 5 kali kaca spion. TKP-nya sudah jelas di
parkiran. Sebelum parkir saya tahu benar spion kanan-kiri tentu komplet. Cocok
sudah parkir, ingin pulang nih, brengsek sekali dah kaca spion sudah diembat.
Pertama saya kehilangan kaca spion, pada saat sekolah STM—di
parkiran sekolah. Lumrah saja hilang, dahulu tahun 2009 lagi trend sekali kaca
spion classic yang memiliki bentuk bundar memiliki bahan besi krom. Jika
membeli harga Rp30.000. Buat kantong pelajar pada tahun begitu saya harus
nabung semasa satu minggu, baru dapat membeli tuch kaca spion mode classic.
Ke-2 kali kehilangan kaca spion, tahun 2012 di parkiran
stasiun Bekasi. Kaca spion standard Honda, sich. Tetapi orisinal. Lumayanlah
jika membeli lagi. Eh tidak deng, sampai saat ini justru yang orisinal tidak
kebeli lagi. Alternatifnya, saya gunakan kaca spion tiruan mode Suzuki Shogun
SP yang harga Rp15.000 beli ke tepi jalan. Saya pikirkan sudah aman nih pakai
kaca spion kek gini. Murahan begitu. Rupanya masih kuat diembat sama sang
tangan panjang. Serta 2 kali gunakan kaca spion mode gini diembat maling.
Ketiga kalinya, tahun 2016 di parkiran liar belakang mal.
Tahun 2017, kaca spion hilang di parkiran sah mal . Waktu itu saya hanya dapat
lapor ke petugas parkir. Habis itu pulang tanpa aksi yang bermakna.
Terakhirnya, kehilangan kaca spion Honda Scoopy yang
memiliki bentuk bundar yang retro itu. Peristiwanya tahun 2018 di tepi jalan,
Sawah Besar, Jakarta Pusat. Satu jalan atau gang yang dari ujung ke ujungnya
ialah toko spare part motor.
Apesnya lagi, saat itu saya pinjam motor Honda Scoopy-nya
rekan. Selanjutnya, membeli kaca spion orisinal buat diri kita tidak mampu,
gantiin punyai orang baru mampu. Cukup sich, sepasang terkena harga Rp120.000.
Eh BTW, ini kok setiap tahun saya jadi korban perampokan kaca spion, sich?
Hadeeeh~
Baca : Sarjana Pendidikan Ikan: Saat Sarjana Perikanan
Mengambil Pendidikan Karier GuruSpare part motor yang seringkali hilang di
parkiran #4 Emblem Bapak saya sempat jadi korban perampokan emblem. Motor bapak
saya Honda Beat PGM-FI. Sampai saat ini emblem tertulis PGM-FI yang memelekat
di head cover samping kiri sudah musnah. Tidak terpindahkan. Malas saja ingin
pasang lagi jika nanti justru dicuri lagi.
Dulu—tahun 2014—bapak pernah ingin membeli emblem itu di AHASS
Babelan serta AHASS Wisma Asri, Bekasi. Sayangnya saat itu belum juga ready
stok. Tidak tahu deh jika saat ini, kemungkinan sudah ready. Bapak sudah tulus
dengan cara kafah. Yang telah biarkanlah telah. Tidak perlu ditukar. Untuknya,
itu part yang tidak begitu penting. Yang penting motor sehat walafiat.
Terkadang saya tidak habis pikirkan emblem seperti gini saja
dapat dicuri. Sudah seperti barang memiliki bahan emas saja. Semakin sadisnya
lagi, emblem 3D punyai Vario 150. Jika pemicunya masalah harga, ya memang sich,
part originalnya cukup mahal. Di marketplace kita dapat mendapatkan banyak
variasi harga. Emblem Vario 3D berwarna krom dibandrol dari mulai Rp50.000
sampai Rp100.000, emblem PGM-FI dibandrol Rp5.000 sampai Rp50.000, serta emblem
sayap honda 3D mulai dibandrol Rp70.000 sampai Rp170.000.
Nah, disini letak menjengkelkannya. Hal yang buat
ngungkit-ngungkit jadi tidak iklhas lagi waktu cari alternatifnya tidak
segampang seperti sang perampok kerjakan. Kalau kita bisa AHASS yang tidak
ready stok, ya kan jadi perlu pesan terlebih dulu, inden dululah, atau justru
DP dululah. Beli ke marketplace perlu waktu buat pengiriman barang.
Kecuali harga yang cukup mengambil kantong, jika dieman-eman
harga begitu dapat buat membeli spare part motor yang lain. Contohnya, kampas
rem. Juga bisa buat membeli bensin semasa satu minggu. Juga bisa buat tukar oli
bulan depan. Belum juga harus pikirkan cicilan bulan depan
Dari ke-4 part yang seringkali dicuri itu jika disaksikan
dari kasus harga memang tidak dapat diamini. Mengambil masih saja mengambil.
Ada jerih payah kita yang dirampas. Sesaat sang perampok tinggal metik blasss~
Kan, vangke!
