Rabu, 03 Juni 2020

Ini Talkshow dan Akhir Titi Mangsa Tayangan Komedi

Sule serta Andre tetap mewanti-wanti beberapa pemirsanya untuk "jangan kemana saja, di sini saja." Walau sebenarnya, yang berlangsung, mereka yang malah kemana saja.

Humor karakternya mendunia, isi semua frame alam semesta, dimana juga tempatnya. Tetapi, ada satu catatan jika humor karakternya relatif, setiap manusia punyai pengertian lucu tertentu serta tidak ada satu juga humor yang dapat di nikmati semua kelompok. Tetap ada yang menganggap lucu, atau sebaliknya.

Pemaknaan tawa dibuat dari bahasa serta pengalaman kolektif yang tentu saja tidak sama. Mereka bisa ketawa terpingkal-pingkal oleh humor tunggal Panji Pragiwaksono yang lemparkan gurauan politiknya, tetapi beberapa orang tentu ada yang mengerutkan dahi serta menanyakan, "lucunya dimana?" serta, lelucon mengenai kucing yang menurut saya lucu-lucu saja, beberapa orang berasa humor itu tidak patut dikatakan.

Kekeliruan fatal ialah menyamaratakan hasrat humor. Kritikus film yang diambil, menurut saya malah tidak melambatgkan bagaimana gurauan satu film dapat digali. Apalagi stigmasi masyarakat Australia senang humor mesum, India senang humor mudah serta Cina senang dengan humor settingan, itu ialah kekeliruan fatal. Humor tidak dapat diwakili atau mewakilkan.

Humor satu keperluan, bukan satu pemaksaan. Ketidaksamaan zaman, tentukan bagaimanakah cara kita memproses satu mengonsumsi humor. Beberapa dari kita pasti terpingkal-pingkal lihat Mr. Bean, tetapi beberapa orang itu belum pasti nyaman melihat film humor bisu classic. Seperti pengalaman pribadi saya, beberapa tahun kemarin saya ketawa ngakak baca bukunya Raditya Dika, serta sesudah sekian tahun berlalu selanjutnya saya baca lagi, rasa-rasanya cemplang biasa saja.

Lalu, pembicaraan jadi hebat bila mengulas humor monitor kaca Indonesia. Warkop DKI, Srimulat, Bagyo Grup ialah cuma demikian dari juta-an senjata jagoan TVRI di saat itu yang mengorbit naiknya dunia lawak di tv Indonesia. Atau Johny Gudel, Benyamin S, Dono, Kasino serta Indro di waktu dulu, tidak mempunyai musuh sebanding di waktu sekarang. Tv saat ini, kita sedikit dikasih pilihan, bila tidak mau lihat humor yang berbalut dengan menghancurkan benda yang tuturnya "property dibuat dari bahan yang tidak beresiko" jika tidak, ya, humor yang menggempur ketubuhan.

Kita pernah bernapas lega dengan hadirnya Stand Up Comedy Indonesia dalam skena siaran humor di tv. Berarti, pilihan pirsawan dapat makin luas. Tetapi, acara mode semacam ini langsung menyerah saat banyak stasiun tv yang mengambil style pertandingan sama, tetapi jumlah komentatornya semakin lama daripada pokok acarnya. Ah, mungkin pokok acara itu ialah tawa Soimah yang terus menggema daripada stand up pesertanya.

Gurauan mode stand up comedy banyak juga mendapatkan pertentangan. Banyak materi stand up menarik yang tidak berhasil lolos sensor. Itu pertanda, komisi tidak mengizinkan kita memproses satu humor memakai pemikiran. Tetapi mereka semakin mempersilakan mata kita untuk melihat 2 orang sama-sama olok mengejek, membanting styrofoam serta membentak fisik.

Pantas disadari, siaran humor di Indonesia sudah banyak alami perkembangan, khususnya memburu beberapa customer di luar sana. Arah siaran humor bergerak dari yang sebelumnya memprioritaskan sketsa seperti Ekstravaganza serta Opera Van Java, bersamaan dengan naiknya acara berformat variety show. Kita dapat lihat beberapa pelawak masuk ke acara DahSyat, Inbox, Yuk Keep Smile serta Pesbukers.

Opera Van Java versus lama memang menarik versus paling baik dari zamannya dan bila dibanding dengan acara humor yang lain. Tetapi, tetap, olok-olok berbentuk objek seumpama sule dengan hidung peseknya, masih jadi gacoan dalam acara ini. Serta semenjak acara ini pisah, serta dua personilnya dibawa oleh stasiun tv baru namanya Net TV, acara humor jadi makin luas, serta Opera Van Java versus baru terjerat dalam nostalgia pola variety show.

Andre Taulany serta Sule membuat siaran baru, yaitu acara talkshow dengan nama Ini Talkshow serta malas mereka ucap dengan siaran humor. Siaran yang mulai mengudara pada 2014 lalu mengangkat satu hal yang fresh, walaupun sebetulnya di stasiun itu ada juga project yang sama, yaitu Tonight Show yang saat itu dimotori oleh Arie Untung pada 2013.

Baca : Penghilangan Jumlah Like di Instagram serta Rutinitas Ekspos KehidupanTidak ada sketsa, cuma gelar wicara di antara host serta bintang tamu yang sedang diundang. Terma humor, mereka ganti jadi "menghibur". Sebab humor cuma terpatok dengan kelucuan (walaupun sebetulnya dapat memasukkan bagian emosi, edukasi serta hal-hal lain) sedang bagian menghibur dapat lahir dari beberapa bintang tamunya, tidak cuma berpangkutangan pada host-nya.

Tetapi, acara ini seringkali alami modifikasi. Entahlah sebab memburu komoditi, atau sudah ada dalam senjakala di tv. Menempatkan merek bukan acara humor, seolah jadi blunder saat acara ini dipandang beberapa pemirsanya mulai menjemukan dengan skema yang begitu saja. Bisa kita melihat, jika ingin tidak maunya menyertakan humor, faktor ini masih jadi hal yang untuh serta penting.

Bulan kemarin, Instagram sah Ini Talkshow ucapkan pamit pada pemirsanya. Tetapi, anggapan beberapa pencinta acara ini ialah Ini Talkshow cuma menjadi acara Ini Ramadhan sekaligus juga menggeser Tonight Show yang "direhatkan" terlebih dulu. Serta sesudah Bulan Ramadhan, acara Ini Talkshow akan balik lagi.

Lalu, beberapa minggu lalu, anggapan jika Ini Talkshow tidak ada lagi juga muncul. Dalam situs Instagram pribadinya, Sule mengupload satu acara baru di stasiun tv yang sempat jadi "rumah"-nya serta membesarkan grub lawaknya, SOS. MNC TV kelihatannya tidak mengangkat topik talkshow, tetapi sketsa lawak.

Ini di rasa rasional sebab faktor-faktor. Pertama, sama seperti yang kita ulas di atas, humor mempunyai batasan waktu spesifik. Ganda Sule – Andre memang sempat berjaya serta tidak ada yang menyangsikan jika mereka ialah legenda. Tetapi, mereka bukan Warkop atau Benyamin Sueb, keabsahan humor yang masih tetap bertahan sampai saat ini, belum pasti berlangsung pada humor style mereka.

Baca : Jika Hanya Makkah-Madinah yang Tidak Dapat Dimasuki Dajjal, Bagaimana Nasib Kota Lain?Ke-2, Ini Talkshow tidak ubahnya jadi acara menjemukan. Untuk seorang pencinta, ucapkan ini sangatlah berat. Tetapi, ide acara yang begitu saja, Sule serta Andre yang berparodi serta dipatahkan oleh hadirnya Haji Bolot, Nunung serta Mang Saswi jadi formula yang tidak dapat dipertahankan lama. Makin mereka menjauh dari terma humor, makin terlilit juga mereka cari formula acara.

Ke-3, saat tiba Rafi Ahmad untuk sisi Ini Talkshow, nampak jelas permasalahan mereka ialah rating. Sedang kita kenali sendiri, jika Rafi Ahmad ialah magnet buat beberapa customer tv. Spekulasi diawali, bayaran yang mustahil sedikit juga jadi salah satunya gambling yang dimasukkan dalam dadu. Dengan maksud survive untuk kompetisi external dengan acara lain, kenyataannya formula ini tidak berjalan baik. Kita ketahui, humor Rafi Ahmad tidak sama dengan Andre, Sule, Nunung serta beberapa cast yang lain.

Ke-3, kompetisi internal. Hadirnya Tonight Show serta Malam–Malam Net yang sukses ambil tempat pirsawan di jagad maya, membuat hegemoni acara ini terus tergusur. Saat mangsa pasar dua acara ini ialah generasi yang semakin muda, lalu tersisa Ini Talkshow yang perlu bertemu langsung dengan acara prime time seperti sinetron serta acara kuis yang berderai air mata.

Sekarang, Tonight Show yang acaranya dimajukan jadi jam 7, saya pikir mempunyai masalah yang sama juga dengan Ini Talkshow, yaitu mengeruk ceruk-ceruk mangsa pasar. Permasalahan rating yang dirasakan mereka bukan unsur jam tampil, tetapi jumlahnya pencinta ke-3 acara ini—Ini Talkshow, Tonight Show serta Malam-Malam Net—yang berbasiskan di media sosial, tetapi malas kembali pada tv. Ya, kita kenali bersama-sama, tolok ukur keberhasilan satu acara berada di tangan AC Nielsen.

Robohnya Ini Talkshow, untuk acara yang ikut jadi tulang punggung Net TV sekian tahun terakhir serta jadi referensi humor yang baik dalam meminimalisasi style humor Indonesia ala variety show, ialah bukti lain kekejaman industri tv. Entahlah mundurnya mereka berjalan selama-lamanya atau temporer, yang pasti banyak yang akan rindukan Sule serta Andre saat melepas humor template yang masih tetap saja lucu.

Sule serta Andre tetap mewanti-wanti beberapa pemirsanya saat akan iklan, kata mereka, "jangan kemana saja, di sini saja." Walau sebenarnya, yang berlangsung ialah kami (beberapa pemirsanya) yang di sini saja, serta mereka yang malah kemana saja.