Entahlah sekedar hanya retorika semata atau bagaimana,
negara ini pada akhirnya berani menyebutkan terma "normal" dalam
embel-embel ketentuannya. Walau sebenarnya, hal "edan" terkadang
presentasenya semakin banyak daripada hal yang normal. Apa saja lapisannya,
buat mereka yang di-PHK semasa epidemi ini atau mereka yang repot membuat
ketentuan yang memberikan keuntungan buat segelintir faksi.
Melihat saja bagaimana Agnes Monica berani jujur jika negara
ini cinta ini terkadang tidak ada nalar. Ya, walaupun ada dua peluang, yaitu
tidak rasional atau edan benar-benar. Selanjutnya ada contoh lain, yaitu
beberapa pejabat kita dengan semboyannya: kerja, kerja, serta kerja. Dapat
dipikirkan begitu gilanya mereka akan kerja sebab menyebutkan kata
"kerja" sampai 3x. Mengagumkan.
Belum juga guyonan beberapa pejabat yang semakin gelap
daripada dark humor tersebut. Melihat saja, saat pemerintah Vietnam pada
Januari langsung mengatakan "perang" pada epidemi corona, di satu
bagian beberapa petinggi di negeri ini justru ngguyoni sang epidemi. Serta ada
yang katakan, corona tidak bisa masuk Indonesia sebab proses masuk negara ini
repot. Begitu gilanya.
Serta pantas disyukuri, pada akhirnya terma
"normal" ini dipakai. Malah lebih ndakik karena memakai embel-embel
"new" yang tersemat di depannya. Mungkin beberapa pejabat belum
berteman dalam kata "post" atau "neo" yang semakin uwu
daripada new. Bingung ya, mengapa permasalahan kata saja saya buat repot? Lho,
saya kan sedang memakai skema penalaran ala faksi atas. Retorika numero uno,
Buos!
Vietnam yang sukses dengan perlawanan pada corona saja malas
mengatakan ‘berdamai' saat bersih seratus % serta tidak ada positif corona di
negaranya. Negara yang mengangkat komunisme itu ora sudi karena corona itu
makin dibaikin, karena itu makin ndablek. Ya, jenis mas-mas konspirasi itu.
Semakin dikasih panggung, semakin mengagumkan pikirannya.
Sedang negara ini, yang pasien positifnya telah capai angka
dua puluh ribu, diperintah untuk ‘berdamai' dengan epidemi ini. Iya, berdamai.
Walau sebenarnya, faktor melandai kurva dalam soal pasien positif saja belum
nampak benar-benar. Seakan, makna dari berdamai itu kita diminta untuk
‘berdampingan' dengan epidemi ini. Upgrade dari normal saya lihat cenderung
mengarah "edan".
Secara singkat new normal ialah pembaruan dari PSBB serta
PSBB ialah pelaziman dari lockdown yang tidak diputuskan pemerintah karena
dapat memutuskan denyut perekonomian negara. New Normal semakin
"enjoy" dari PSBB, yaitu meluluskan kesibukan ekonomi khususnya
perkantoran dengan prosedur kesehatan yang diputuskan.
Baca : Upload Photo Makanan di Sosmed Waktu Epidemi, Apa
Benar Tidak Patut?Susah dipikirkan memang skema penalaran dari pemerintah. PSBB
yang cukup ketat saja ada banyak orang edan yang berkeliaran di pusat belanja,
bergabung di gerai makanan cepat saji yang barusan ditutup, serta produk
beberapa orang menentang jenis Indira Kalistha, apalagi dengan situasi yang
disebutkan dengan new normal ini.
Cukup menggelikan memang menyebutkan new normal pada kondisi
gawat semacam ini. Rasa-rasanya warga kita seperti tokoh penting dalam game
Harvest Moon: Back to Nature yang dikirim ke satu pertanian kotor serta diminta
untuk mengendalikan semua perekonomian desa didalamnya. Walau sebenarnya, sang
tokoh dalam game Harvest Moon ini tidak mempunyai pangkal pertanian serta
ekonomi benar-benar. Sedang wali kota, cuma blusukan tidak jelas di desa dengan
memakai jas rapinya.
Atau justru sebaliknya, warga diminta untuk ambil makna jadi
tokoh game Harvest Moon ini? Sesudah lakukan kontemplasi semasa beberapa saat,
pada akhirnya saya dapat ambil makna itu. Serta betul, jadi tokoh penting game
Harvest Moon: Back to Nature (sebutlah saja Budi) ialah kunci dari implikasi
new normal tersebut.
Satu: Kembali pada Kegiatan rutin Sesudah dipikir beberapa
ribu kali, kemungkinan tujuan pemerintah ialah memerintah kita untuk
"kembali pada kegiatan rutin". Perbedaannya, bila sang Budi dikirim
ke kegiatan rutin yang membahagiakan dimana gunung serta sungai sama-sama
menegur, sapi serta kebo sama-sama menyahut, karena itu kita kembali pada kegiatan
rutin, tetapi kegiatan rutin yang mencekam.
Kerja ke kantor tidak cuma pergi dengan memakai pintu ajaib
langsung sampai tempat serta duduk manis ngetik di muka monitor. Tetapi
beberapa orang harus berjubel di KRL, bis kota atau bersandingan dalam taksi
serta ojek lewat daring yang entahlah bagaimana situasi kesehatannya. Bila new
normal Budi enjoy bertani, karena itu new normal kami harus berani mengambil
efek menantang epidemi.
Dua: Tingkatkan Skala Ekonomi New normal buat Budi ialah
situasi baru dianya di Mineral Town. Dimana dia harus membuat ulang lagi
peternakan, pertanian, publikasi dengan beberapa tetangga, hidupkan
perekonomian desa sampai cari jodoh. Demikian dengan new normal di negara ini,
dia dengan cara tidak langsung memerintah warga supaya tidak diam diri di dalam
rumah saja. Sukur-syukur bisa jodoh di rumah sakit. Eh.
Game Harvest Moon ini tuntut kita untuk membuat konsistensi
pangan serta ekonomi buat pribadi supaya kuat. Mulai publikasi dengan
masyarakat agar kuda, turut lomba-lomba di desa agar bisa uang serta power
berry yang dapat tingkatkan stamina. Ditambah lagi, Budi harus berusaha
kumpulkan bekal untuk menyongsong musim dingin. Bila pada tahun ke-2 serta
telah punyai istri, karena itu maksudnya jaga konsistensi ekonomi buat keluarga
Budi.
Baca : Indonesia Negara Hukum tetapi Penduduknya Semakin
Senang Main Hakim SendiriNew normal di negara ini juga mungkin mempunyai tujuan
yang sama juga dengan situasi Budi di Mineral Town. Yaitu kerja, kerja serta
kerja supaya perekonomian negara masih terbangun, eh, tujuannya perekonomian
keluarga masih terjaga ditengah-tengah epidemi.
Bila Vietnam masyarakatnya diberi bantuan hingga tidak ada
beberapa istilah normal normalan, karena itu di negara kita yang bukan Vietnam
ini jelas harus mengadopsi semangat juang Budi di Mineral Town. Yaitu kerja,
kerja, serta kerja. Daripada menginginkan bantuan, mending kerja seperti Budi
Binomo.
Tiga: Mencontoh Thomas sang Wali Kota Mineral Town Seriusan,
lebih bagus pemerintah mencontoh walikota yang menggemaskan satu ini. dia belum
pernah jamin Budi akan nyaman semasa jalankan new normal di Mineral Town. Dia
serta tidak menjanjikan apa-apa. Budi justru semakin berpangku tangan pada
Harvest Goddess serta beberapa kurcacinya.
Pokoknya, luweh ya luweh sekaligus, sampaikan saja. Daripada
sok perduli tetapi ketentuan-aturannya tidak ada yang tegas blas. Mending
cosplay jadi Thomas saja, blusukan ke beberapa daerah Mineral Town, gunakan jas
tetapi tidak ada atau ada ada ia benar-benar tidak punya pengaruh buat Budi.
Tetapi saya percaya pemerintah kita tidak seperti Thomas, kan? Faktanya, 3
bulan PSBB banyak perkembangan serta perkembangan yang berlangsung dalam
menantang epidemi ini. Ehe.
Bila game Harvest Moon ini berkelumit dengan simulasi
bertahan hidup dengan bertani serta bertenak, karena itu new normal sama.
Tetapi, yang sama cuma simulasinya saja karena kita perlu simulasi bertahan
hidup dari virus, penyakit serta epidemi. Arah intinya, bila Budi membuat
peternakan kakeknya kembali lagi maju serta membentuk keluarga sakinah mawaddah
warahmah, karena itu new normal sama. Yaitu membuat konsistensi perekonomian
buat beberapa pejabat nun jauh disana.
